Laman

Kamis, 15 November 2012

mengaktifkan wicd applet backtrack

setelah wicd network managernya gak error masalah dbusnya, kini tinggal kita membuat wicd appletnya, agar kita lebih mudah mengaksesnya. bagi yang masih bermasalah dengan dbus wicd yang error bisa ke post sebelumnya di sini.

oke sekarang mari kita mencoba untuk mengaktifkan wicd applet.
buka system>>preferences>>startup applications
pilih add
isi nama dengan wicd applet
command wicd-client
comment menjalankan wicd

seperti gambar ini





pilih add dan kemudian restart komputer anda.




Selasa, 13 November 2012

wicd dbus error

kalau baru install bt trus mau konek internet, bt menyediakan applikasi yang bernama wicd yang terletak di main menu>>internet>>wicd-network-manager.
tapi permasalahannya adalah biasanya akan muncul pesan could not connect to wicd dbus bla bla. seperti pada gambar di atas.
solusinya adalah anda harus mengetikkan perintah berikut

# dpkg-reconfigure wicd
# update-rc.d wicd defaults

coba saja anda restart, kemudian coba buka lagi wicd anda.
its work, tested by me 

Minggu, 11 November 2012

aktifkan sound bt

backtrack merupakan salah satu distro linux khusus penetration testing, karena itu tidak mudah dan seenak ubuntu meskipun backtrack berbasis pada ubuntu.
untuk itu setelah install backtrack, hal-hal yang seharusnya kita lakukan adalah mengaktifkan sound, karena sound pada backtrack tidak langsung aktif.

 buka main menu>>system>>preferences>>startup applications

pilih add, pada nama isikan "pulse audio", commandnya "/usr/bin/pulseaudio", dan pada comment menjalankan pulse audio.

















kemudian di add and restart komputer anda

Senin, 12 Desember 2011

SEJARAH PERKEMBANGAN BAHASA PEMROGRAMAN


Saat ini Anda dapat merasakan kemudahan dan memanfaatkan komputer karena
sudah didukung oleh sistem operasi dan software yang mudah digunakan, user-friendly.
Demikian juga dengan game yang kini semakin mengasyikkan untuk dimainkan. Namun,
pernahkah Anda membayangkan bagaimana jerih payah para programer dalam
membuatnya? Dalam membuat software , seorang programer berbekal logika dan konsep
yang dia miliki, harus membuat alur logika (skema) dari software yang akan dia buat.
Misalnya, mau seperti apa software yang dia buat, apa saja kemampuan yang dia miliki,
dan beragam faktor lainnya.
Kemudian, dengan sebuah bahasa pemrograman, dia akan berusaha menyusun
pernyataan-pernyataan yang dapat dimengerti dan dijalankan oleh prosesor untuk
menghasilkan sebuah output. Semakin “pintar” software yang dia buat, maka semakin
rumit dan panjang pernyataan/perintah yang harus dia buat dalam bahasa pemrograman.
Bersyukurlah kita dengan perkembangan bahasa pemrograman saat ini, yang sudah
didukung dengan bahasa pemrograman object-oriented. Seorang programer lebih
dipermudah dalam membuat pernyataan/perintah,sehingga dia dapat lebih memikirkan
bagaimana membuat software yang dia buat semakin komplet dan pintar. Kondisi itu
berbeda dengan zaman dahulu. Kala itu, komputer dijalankan dengan pemrograman
manual, yang menggunakan instruksi binary dan hex.
Untuk membuat dan menjalankan program tersebut, dibutuhkan waktu yang lama
dan sering dijumpai banyak kesalahan. Program kemudian menjadi sangat sulit untuk
dibaca dan dimodifikasi. Saking susah dan rumitnya, pada saat itu tidak banyak orang
yang tertarik untuk menjadi programer komputer. Jadi, hanya segelintir orang yang
menekuninya. Ini diperparah lagi dengan masih mahalnya harga komputer kala itu.
Bayangkan, sebuah software harganya bisa mencapai dua sampai empat kali harga
komputer. Ampun deh!
Fenomena itulah yang kemudian memacu orang membuat bahasa pemrograman
yang semakin mudah digunakan. Maka, sejak tahun 1957 terus dikembangkan dan
bermunculan berbagai bahasa pemrograman. Tidak kurang 150 bahasa pemrograman
dirilis sejak tahun 1957 sampai sekarang.
Generasi Bahasa Pemrograman
Pada industri komputer dikenal pembagian generasi, yang menandai sebuah
evolusi dalam perkembangan bahasa pemrograman.
First-Generation Language (1GL) adalah bahasa mesin atau level instruksi dan
data, yang diberikan kepada prosesor agar dapat bekerja. Pada komputer konvensional
terdiri dari deretan angka0 dan 1.
Second-Generation Language (2GL) adalah bahasa pemrograman assembler
(orang juga mengenalnya sebagai bahasa assembly). Pada bahasa perograman generasi
kedua ini assembler mengubah pernyataan bahasa pemrograman ke bahasa mesin.
Third-Generation Language (3GL) merupakan bahasa pemrograman yang masuk
dalam generasi ketiga. Ini adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi, seperti PL/1, C,
atau Java. Untuk dapat menggunakan bahasa pemrograman ini, dibutuhkan pengetahuan
dan penguasaan terhadap bahasa pemrograman itu sendiri. Dalam bahasa pemrograman,
sebuah compiler akan mengubah pernyataan yang dibuat oleh bahasa pemrograman ke
bahasa mesin. Misal pada bahasa pemrograman Java, diperoleh output yang disebut
bytecode. Output ini kemudian akan diubah ke bahasa mesin oleh Java Virtual Machine.
Fourth-Generation Language (4GL) adalah bahasa pemrograman yang didesain
lebih “natural”, sehingga makin mudah digunakan. Pada generasi keempat ini, bahasa
pemrograman sudah dapat digunakan untuk mengakses sebuah data base.
Fifth-Generation Language (5GL) adalah bahasa pemrograman yang
menggunakan interface pengembangan visual atau grafik untuk membuat bahasa
sumbernya, yang biasanya di-compile dengan compiler 3GL atau 4GL. Microsoft,
Borland, IBM dan perusahaan lain memroduksi pemrograman visual 5GL, contohnya
untuk pengembangan aplikasi Java. Pemrograman visual memungkinkan Anda untuk
membayangkan dengan mudah hirarki dari kelas pemrograman yang berorientasi obyek,
dan men-drag ikon-ikon untuk menyusun komponen program.
Perkembangan
Perkembangan bahasa pemrograman dimulai pada tahun 1949 dengan hadirnya
Short Code, bahasa pemrograman komputer pertama yang digunakan dalam peralatan
komputer elektronik. Ini masih berupa bahasa pemrograman manual (hand-compiled).
Pada tahun 1951, Grace Hopper yang bekerja pada Remington Rand mulai
bekerja untuk mendesain sebuah compiler yang diberi nama A-0. Pada tahun 1957,
bahasa pemrograman ini kemudian dirilis oleh Rand dengan nama Math-matic.
Kemudian Alick E. Glennie, di waktu senggangnya di Universitas Manchester,
berhasil membuat programming system bernama AUTOCODE pada tahun 1952. Sekitar
lima tahun setelahnya dirilislah mathematical FORmula TRANslating (FORTRAN), dan
menjadi salah satu bahasa pemrograman yang mudah digunakan pada tahun itu.
FORTRAN dibuat oleh tim yang diketuai oleh John Backus, yang kemudian juga
memiliki konstribusi dalam pembuatan bahasa pemrograman ALGOL.
Setahun kemudian, muncul FORTRAN II yang mampu menjalankan perintah
subroutines dan koneksi ke bahasa assembly. Dan, pada tahun yang sama juga dirilis
bahasa pemrograman ALGOL. Pada tahun 1960 muncul ALGOL 60. Bahasa
pemrogramana ini sangat popular di Eropa pada pertengahan 1960-an. Pada tahun 1962,
APL (A Programming Language) dirilis oleh Kenneth Iverson. Pada tahun yang sama
juga dirilis FORTRAN IV.
Perkembangan bahasa pemrograman terus berlanjut dengan munculnya berturutturut
APL/360 dan PL/1 pada tahun 1964, SNOBOL3 pada 1965, FORTRAN 66 dan
LISP 2 pada 1966, SNOBOL 4 pada 1967, ALGOL 68, ALTRAN, dan COBOL.
Pada tahun 1975, Bob Albrecht dan Dennis Allison merilis Tiny BASIC. Pada
tahun yang sama, Bill Gates dan Paul Allen merilis BASIC yang mereka jual ke MITS
(Micro Instrumentation and Telemetry Systems). Tahun-tahun selanjutnya, beberapa
bahasa pemrograman baru bermunculan. Di antaranya AWK yang dirilis tahun 1978;
Smalltalk-80, Modula-2, Franz LISP pada tahun 1980; dan ISO Pascal serta PostScript
yang dirilis pada tahun 1982. Pada tahun 1983 dirilis bahasa pemrograman Ada.
Nama tersebut diambil dari Lady Augusta Ada Byron, yang menyandang gelar
programer komputer pertama karena hasil kerjanya pada Charles Babbage’s analytical
engine di tahun 1842.
Tahun 1986, selain Apple telah merilis Object Pascal dan Borland merilis Turbo
Prolog, pada tahun yang sama juga dirilis bahasa pemrogramanC++ dan Eiffel. Setahun
sesudahnya dirilis Turbo Pascal version 4.0. Bahasa pemrograman C++ berkembang
pesat dengan dirilisnya C++ 2.0 pada tahun 1989, dan C++ 2.1 pada tahun 1990. Ini
berbarengan dengan dirilisnya FORTRAN 90. Setahun kemudian, Microsoft kembali
merilis Visual Basic, yang kemudian memenangkan penghargaan BYTE’s Best of Show
saat COMDEX.
Bahasa pemrograman terus berkembang hingga tahun ini, dengan diilisnya Java 2
(versi 1.4), Python 2.2, J#, dan F#.